
Maklon kosmetik memiliki langkah-langkah terstruktur dalam menghasilkan produk sesuai permintaan klien. Dari konsultasi hingga pengemasan, maklon akan menyesuaikan spesifikasi dengan standar dari klien. Lalu, bagaimana tahapan produksi maklon kosmetik tersebut? Simak pembahasan lengkapnya pada artikel berikut.
Proses Produksi Maklon Kosmetik: Tahapan Lengkap

Maklon kosmetik akan menangani sebagian besar proses produksi. Dari konsultasi bersama klien untuk menemukan spesifikasi yang tepat hingga pengiriman produk final. Mereka memiliki fasilitas dan tenaga ahli untuk memastikan produk jadi sesuai dengan standar keamanan dan standar kualitas.
Secara umum, berikut tahap-tahap yang dilakukan oleh maklon kosmetik dalam menghasilkan produk:
Menentukan Produk Secara Spesifik
Produk ditentukan secara terperinci dari tipe, manfaat, keunggulan, kisaran harga dan target pengguna. Misalnya moisturizer yang cepat terserap kulit dan cocok untuk kulit sensitif untuk efektif melembabkan kulit. Targetnya anak-anak muda dengan kulit sensitif dengan kisaran harga menengah.
Pertimbangkan lebih detail seperti dari aroma yang diinginkan, tekstur dan lain sebagainya. Dari semua itu, bisa mengarahkan bagaimana kosmetik diproduksi nanti.
Formulasi dan Sampling
Dalam tahap formulasi, aspek seperti kegunaan, konsentrasi bahan, warna, tekstur, aroma, sensasi saat diaplikasikan, dan bahan dasar dipertimbangkan. Dari formulasi ini, maklon kosmetik bisa menyesuaikan dengan standar atau ketentuan yang berlaku. Bisa dari claims, labeling dan ingredients listings.
Sampling bertujuan agar klien bisa tahu garis besar produk sebelum dipasarkan. Klien atau brand bisa mengevaluasi secara detail seperti dari kemudahan diaplikasikan, sensasi hingga tingkat penyerapan.
Menyesuaikan Produk Dengan Masukan
Brand/klien memberikan masukan sesuai dengan standar mereka. Misalnya tekstur terlalu lengket, aroma terlalu menyengat dan lain sebagainya. Dalam tahap ini, diperlukan masukan yang detail agar cepat menuju tahap finalisasi.
Tahap Finalisasi
Finalisasi berarti memastikan kembali segala aspek sesuai dengan permintaan klien. Nantinya didapat formula paten untuk mengarahkan proses produksi massal dan tidak ada lagi revisi untuk itu. Karena itu, penting untuk mengecek kembali checklist dari klien agar semuanya sesuai dengan standar spesifikasi mereka.
Baca Juga : Standar Wajib Produksi Kosmetik: Sertifikasi CPKB
Memilih Kemasan
Tentukan apakah kosmetik tersedia dalam kemasan tube, botol semprot, botol pump, botol biasa, sachet, jar atau kemasan lain. Menentukan kemasan untuk kosmetik tidak hanya fokus pada kemudahan penggunaan. Perlu pertimbangkan juga kesesuaian dengan formula, perlindungan bahan, hingga brand positioning.
Desain kemasan perlu dilengkapi nama brand, nama produk, logo brand, dan informasi esensial terkait produk lainnya.
Pengurusan Izin/Legalitas
Tanpa pengurusan legalitas, akan susah untuk produk kosmetik dipasarkan ke konsumen. Urus izin BPOM lewat Notifkos yang menghasilkan nomor khusus untuk izin edar produk. Pahami aturan legalitas terbaru dari BPOM untuk kepengurusan izin yang relevan.
Memulai Produksi Kosmetik
Sebelum produksi, dipersiapkan terlebih dahulu mulai dari bahan baku, kemasan, label, dan kebutuhan produksi lainnya. Cepat atau tidaknya produksi tergantung dari ketersediaan bahan. Jadi, tidak selalu produksi berlangsung cepat sehingga klien brand perlu menyesuaikan launching sesuai dengan kemampuan produksi maklon.
Jika seluruh material sudah siap, ditimbang agar kadarnya sesuai dan diolah atau dimixing untuk mendapatkan formula dasar. Hasilnya diperiksa apakah sudah sesuai dengan standar industri dan standar kualitas atau belum. Jika sudah, lanjut ke proses filling dan packaging.
Dari seluruh proses tersebut, ada quality control yang mampu mengendalikan setiap proses agar konsisten, sesuai spesifikasi dan efisien. Pengemasan dimulai dari primary packaging, labeling dan secondary packaging. Kemasan diperiksa detail hingga label agar dipastikan tidak ada yang rusak atau robek.
Pemasaran/ Distribusi Produk
Inilah tahap paling akhir di mana produk dipasarkan sesuai dengan strategi yang ditetapkan brand. Cakupan maklon lebih ke produksi sehingga klien/brand perlu menyiapkan terkait pemasaran produk. Mulai dari sasaran marketplace, media sosial, dan channel penjualan lainnya.
Buat konten yang menarik untuk mendukung launching. Sampai tahap ini, proses maklon kosmetik sudah selesai. Memahami tahapan lengkap maklon kosmetik bisa membantu menentukan konsep awal, penyesuaian target konsumen, memaksimalkan revisi, menyesuaikan anggaran dan mempermudah product launching.
Kesimpulan
Proses produksi maklon kosmetik dimulai dari diskusi detail produk dengan klien, formulasi, revisi formula, menentukan kemasan, produksi, pengemasan hingga distribusi. Setiap proses produksi diawasi dengan quality control dan perlu kepengurusan izin BPOM serta kebutuhan legalitas lainnya.
Klien perlu menyiapkan strategi mereka untuk pemasaran produk karena maklon hanya fokus ke arah produksi saja. Untuk memaksimalkan distribusi produk, sesuaikan dengan target pasar, pastikan kembali ketersediaan bahan baku, dan pantau kondisi operasional terbaru pabrik.
Dengan mengandalkan maklon kosmetik, sebagian besar proses produksi akan menjadi tanggung jawab mereka. Meski begitu, penting memilih maklon yang berpengalaman panjang dan telah bekerja sama dengan banyak brand-brand besar. Pertimbangkan juga untuk memastikan transparansi biaya untuk menghindari biaya tersembunyi atau biaya tambahan tak terduga.
